Analisis Potensi Kekuatan Militer eIndonesia vs. eChina

Day 4,320, 01:22 Published in Indonesia Indonesia by RAPW

Hola eIndonesia,

Kali ini saya mencoba untuk menakar dan membandingkan potensi kekuatan militer Indonesia vs. China. Saya memilih China untuk dijadikan perbandingan dikarenakan keadaan kita sekarang yang sedang berjuang membebaskan diri dari pendudukan China. Selain itu kalau dilihat sekilas kekuatan militer kita sebanding dengan China, maka hipotesis tersebut yang saya jadikan dasar untuk membuat analisis ini.

Apakah militer kita benar sebanding dengan mereka sehingga Indonesia dan China layak disebut rival? Ataukah kita justru di bawah mereka? Atau malah kita sebenarnya punya potensi yang lebih besar hanya saja belum dibangkitkan?

Saya tidak menyarankan pemerintah untuk menjadikan artikel ini sebagai bahan acuan utama untuk mengambil keputusan militer strategis. Hal tersebut dikarenakan metodologi yang digunakan di artikel ini sangat mentah, bias, terbatas, dan memiliki banyak kelemahan. Penulis menulis artikel ini dengan tujuan utama untuk memberi gambaran umum dan hiburan saja.


Metodologi


Saya mengambil data utama dari website ini. Sampel yang saya ambil hanya 20 besar di setiap kategorinya. Kalau saya ambil terlalu banyak selain saya capek juga dari pengamatan saya banyak pemain diluar 20 besar yang cenderung kurang aktif. Kategori yang diambil adalah top damage (weapon Q7) dan top strength dari divisi 1-4. Kategori dari potensi air battle diwakilkan oleh top Air Rank. Dari data yang diambil maka dapat disimpulkan potensi damage bersih yang dapat dihasilkan dari kedua negara.

Data kedua diambil dari Battle of Java (4299). Data ini diambil untuk mengetahui secara kasar potensi jumlah damage yang mampu dikeluarkan kedua negara dalam kenyataan di lapangan. Pertempuran yang merupakan RW Java pada eRep day 4299 diambil karena pertempuran tersebut merupakan pertempuran puncak dalam perang Indo vs China, dimana banyak terjadi epic battle dalam satu pertempuran tersebut. Sampel yang diambil adalah 10 besar top damage round 6 divisi 4. Divisi lain tidak bisa dihitung karena ada tanker div 4 menggunakan maverick pack di divisi di bawahnya sehingga sampel tidak representatif.
Air battle yang dijadikan sampel adalah 10 besar round 4. Round 4 diambil karena air battle di round 8 tidak memiliki perlawanan berarti dari China.

Data ketiga adalah perbandingan total damage yang dihasilkan kedua negara di minggu puncak pertempuran dan minggu tenang. Minggu tenang yang diambil adalah minggu setelah minggu puncak karena tidak ada pertempuran berarti di kedua negara sehingga bisa dianggap damage yang dihasilkan mayoritas hanya food fight saja.


Highlights


Diambil dari erepbox 16-9-2019 15:30 WIB











Pembahasan


Data diambil dari erepbox 16-9-2019 22:00 WIB (Top Damage, Top Strength, Air Rank)

Top Damage
Top damage disini adalah damage yang dihasilkan 20 besar pemain dalam satu kali hit menggunakan weapon Q7. Bonus dari rank legend belum termasuk dalam data di bawah ini, jadi damage yang masuk dalam hitungan adalah "murni" yang dihasilkan STR+rank non legend.



Berdasarkan data di atas, dapat kita lihat bahwa walaupun di semua divisi rata-rata damage yang mampu dihasilkan Indonesia kurang dari China, namun perbedaan di divisi 2 dan divisi 4 hanyalah terpaut tipis. Sedangkan di divisi 1 dan 3 Indonesia tertinggal cukup jauh dengan perbedaan masing-masing 58% dan 22%. Kedua divisi ini yang perlu mendapat perhatian khusus.

Top Strength
Top strength dicoba untuk didalami untuk mengetahui pengaruh rank dalam menghasilkan damage akhir. Apabila strength yang ada jauh lebih tinggi dengan damage akhir yang dihasilkan, berarti banyak pemain yang menjadi manusia goa (hanya work n train) tanpa fight. Hal tersebut termasuk dalam potensi militer yang belum bisa dimaksimalkan.



Jika dibandingkan dengan data top damage yang telah dibahas sebelumnya, tidak banyak terdapat perbedaan di kedua negara. Jadi hubungan antara Strength dengan Rank sudah cukup seimbang. Hal tersebut juga berarti secara strength Indonesia masih kalah dari China di semua lini divisi. Sama seperti total damage, divisi 1 dan 3 Indonesia membutuhkan perhatian khusus.

Jadi, secara teori, STR dan land damage yang dihasilkan oleh Indonesia masih kalah di semua divisi dengan China. Namun kekurangan tersebut tidak terlalu signifikan sehingga bisa dikatakan kekuatan darat kedua negara hampir seimbang.

Air Rank
Air rank yang dimiliki 20 besar pemain dari masing-masing negara dijadikan sampel. Rata-rata air rank secara kasar diubah menjadi rata-rata damage dengan melihat berapa damage yang dihasilkan jika hasil rata-rata tersebut diubah menjadi rank.



Berbeda dengan land, secara teori Indonesia termasuk unggul di udara. Rata-rata air rank yang dimiliki 20 besar pemain Indonesia lebih besar dari 20 besar pemain China. Namun, apabila nilai rata-rata air rank kedua negara diubah ke dalam air rank itu sendiri, maka rata-rata air rank yang dimiliki 20 besar pemain dengan air rank teratas di Indonesia dan China sama-sama menempati kategori rank Group Captain. Berarti rata-rata damage yang dihasilkan kedua negara sama, yaitu 121.

Hal ini berarti secara teori kekuatan udara kedua negara seimbang.

Damage Land Battle di Lapangan
Data-data di atas menunjukkan berapa potensi damage bersih yang bisa dihasilkan kedua negara. Sekarang kita mencoba melihat kenyataan di lapangan, karena pada prakteknya damage per hit yang kecil pun bisa menghasilkan damage akhir yang jauh lebih banyak dari mereka yang punya damage per hit yang lebih besar. Caranya yaitu dengan berbagai booster dan energy bar(permen) yang banyak.

Sepeti yang sudah dijelaskan di bagian Metodologi, sampel yang digunakan untuk membandingkan kekuatan militer riil dua negara adalah RW Battle of Java day 4299. Khususnya adalah round 6 divisi 4 yang memiliki total damage terbesar sepanjang pertempuran.



Dari data round tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata damage 10 besar (WNA tidak termasuk, walaupun saya tahu beberapa memang orang Indo) dari Indonesia adalah 8,765,534,469, sedangkan rata-rata China adalah 10.333.176.070. Jumlah rata-rata kill 10 besar Indonesia adalah 3870, sedangkan China adalah 4902. Dapat ditarik rata-rata hasil damage per kill 10 besar Indonesia 2.264.995 vs 2.107.951 China.

Dari pertempuran ronde 6 tersebut dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi damage yang lebih besar walaupun tipis dari China. Tapi Indonesia tetap kalah di round tersebut yang kemungkinan bukan dikarenakan oleh kurangnya tanker, karena Indonesia punya rata-rata damage per kill yang lebih besar, tapi lebih karena kurangnya energy bar.

Damage Air Battle di Lapangan
Air battle merupakan pertempuran yang unik. Dalam air battle seorang newbie bisa ikut bersaing dengan para senior karena damage per hit yang tidak terlampau jauh. Misalnya saja saya yang tidak punya kesempatan bersaing di land battle, tapi bisa menempati urutan 11 di ronde yang akan kita bahas di bawah ini. Tapi seperti land battle, pada akhirnya total damage yang dihasilkan dalam air battle juga bergantung pada seberapa banyak energy bar yang dimiliki pemain.

Sepeti yang sudah dijelaskan di bagian Metodologi, sampel yang digunakan adalah RW Battle of Java day 4299 khususnya air battle round 4 dimana pertempuran tidak kalah sengit dengan round 6 yang sudah kita bahas di atas.



Dari data round tersebut dapat kita ketahui bahwa rata-rata damage 10 besar (non-WNA) Indonesia adalah 317.246, sedangkan China 946.504. Jumlah rata-rata kill 10 besar Indonesia adalah 997, sedangkan China adalah 2.768. Jika ditarik rata-rata hasil damage per kill 10 besar pilot Indonesia 318 vs 341.

Dari air battle ronde 4 tersebut dapat disimpulkan bahwa Indonesia memang kalah cukup jauh dari China.

Tapi tunggu dulu, kalau damage rata-rata 1:3, kenapa rata-rata damage per kill hanya berbanding tipis? Juga kalau memang damage rata-rata 1:3, kenapa total damage secara keseluruhan di war statistics hanya 1:2? Untuk menjawab ini saya sarankan anda melihat langsung round 4 tersebut dan membandingkan damage pilot dari masing-masing negara di urutan 31-40 dan 41-50, sekalian juga perhatikan hasil total damage dari seluruh pemain yang berpartisipasi di bawah ini.



Fun fact: dari data land dan air battle, China selalu punya kecenderungan masuk bersamaan dalam pertempuran di menit 60. Hampir pasti. Sangat terorganisir. Terlalu terorganisir.

Kalau anda benar-benar memperhatikan, maka anda akan tahu mengapa damage 10 besar kita jauh dengan damage 10 besar China, tapi hasil akhir pertempuran hanya 1:2. Selain kontribusi diaspora yang luar biasa, potensi terbesar kita yang tidak dimiliki China dalam air battle terletak pada newbie dan pemain STR rendah yang fokus pada air battle. Walaupun mereka tidak terlihat mentereng dalam 10 besar, tapi mereka mampu menunjukkan bahwa mereka patut diperhitungkan.

Hal ini menunjukkan bahwa program pemerintah untuk memfokuskan non tanker untuk menjadi pilot cukup berhasil. Ditambah dengan keberhasilan pemerintah untuk mengkoordinir para pilot patut diacungi jempol. Tahun lalu mungkin program ini belum terlihat hasilnya, tapi saya katakan untuk tahun ini mulai terlihat taringnya. Saya tidak mampu membayangkan akan jadi monster seperti apa para pilot Indonesia beberapa tahun kedepan.


Total Damage Antar Negara
Data-data di atas hanya menggunakan sampel saja sehingga tidak 100% representatif. Kali ini kita akan melihat seluruh total land damage yang dikeluarkan kedua negara, sehingga tidak ada yang terlewat satupun.

Damage yang dihasilkan kedua negara pada "minggu tenang" adalah sebagai berikut:




Pada minggu tersebut tidak ada pertempuran yang berarti, ditambah juga minggu sebelumnya terdapat pertempuran Java day 4299 seperti yang sudah dibahas di atas, sehingga minggu ini masuk dalam periode cooling down.

Dalam periode cooling down tersebut para pemain dari kedua negara mulai mengumpulkan lagi uang dan energy bar untuk pertempuran selanjutnya, sehingga dapat dikatakan mayoritas damage yang dihasilkan merupakan damage food fight saja. Jadi merupakan damage "bersih" yang dihasilkan kedua negara.

Mari kita bandingkan dengan minggu pertempuran seperti yang sudah disebut di atas.



Dalam minggu real war, Indonesia dapat meningkatkan damage dari 87,568,285,699 menjadi 379,535,951,925, atau meningkat sebesar 435%. Sedangkan China dapat meningkatkan damage dari 162,287,076,579 menjadi 580,769,928,132, atau meningkat sebesar 358%.

Kesimpulannya adalah total damage kita secara keseluruhan mungkin lebih lemah pada minggu biasa, tapi kita memiliki potensi untuk melipatgandakan kekuatan kita melebihi musuh dalam pertempuran besar. Hal lain yang mungkin ditunjukkan adalah Indonesia kekurangan tanker aktif yang tetap bertempur di hari biasa dan totalitas di hari pertempuran besar.

Total damage air battle tidak saya masukkan karena ternyata damage yang dikeluarkan sama saja setiap minggunya. Tapi kalau dibandingkan dengan China pilot kita jauh lebih top.


Head-to-Head




Maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menafikan kontribusi om petung atau para tanker Indo lain. Tapi saya memilih om ABeR1 untuk head-to-head dengan Kris Tine karena beliau memiliki peringkat satu di exp., land rank, air rank, strength, dan total damage Indonesia (saat data diambil). Memang saat artikel ini diterbitkan ada yang lebih dari akun ABeR1, tapi kontribusinya pada battle melawan China belum sebesar akun ABeR1. Jadi saya rasa ABeR1 paling cocok, harap maklum.

Data diambil 17-9-2019 15:30 WIB




Kesimpulan Akhir


Beberapa kesimpulan yang dapat ditarik dari analisis ini adalah sebagai berikut:
1. Secara teori, damage yang mampu dihasilkan China lebih besar di seluruh divisi, walaupun hanya terpaut tipis dengan Indonesia.
2. Indonesia perlu memperhatikan potensi damage divisi 1 dan 3 yang belum mumpuni.
3. Dalam pertempuran riil, kenyataannya Indonesia justru memiliki potensi yang lebih besar, tapi terhambat pada kurangnya energy bar yang mampu/mau dibakar.
4. Indonesia kekurangan tanker aktif yang rajin bertarung setiap harinya.
5. Walaupun Indonesia tetap kalah juga dalam air battle, Indonesia punya potensi besar yang belum dibangunkan. Dengan konsistensi pemerintah untuk pengembangan para pilot, maka akan tiba waktunya nanti Sang Garuda terbangun dari tidur panjangnya.



Sekian, semoga isi artikel ini dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat eIndonesia. Terutama dalam memberi gambaran umum potensi kekuatan dan kelemahan kita.

Darahku Merah Tak Sudi Dijajah!

Salam,


Mr_NN